Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Post Icon

Hanya Ini Yang Ada Padaku

Ya Allah...
Ini air mataku yang tumpah karena menyesali dosa
Ini sujudku yang menginsafi rasa kehambaan diri
Ini tanganku yang memohon keampunan dan rahmat-Mu.

Ini wajahku yang menghadap-Mu dengan rasa kehinaan
air mataku, sujudku, tanganku dan wajahku ini sebagai saksi diakhirat...
Bahwa aku pernah merintih keampunan daripada-Mu.

Jadikanlah air mataku, sujudku, tanganku dan wajahku ini
sebagai pemayung ketika panas terik di Padang Mahsyar...
Sesungguhnya tidak tertanggung olehku akannya.
Jadikanlah air mataku, sujudku, tanganku dan wajahku ini
sebagai pemberat ketika amalanku ditimbang.

Sesungguhnya terlalu gentar hati ini
apabila air mataku, sujudku, tanganku, dan wajahku ini
sebagai penyelamat ketika diarak ke dalam neraka-Mu...
Sesungguhnya tiada amalanku yang layak untuk menyelamatkan diri.

Ya Rabb......
Tiada amalanku yang dapat dipersembahkan sempurna kepada-Mu...
karena kebaikanku telah ditembusi kejahatanku.
Melainkan hanya ini yang yang harapan...
air mata penyesalan, sujud seorang hamba..
tangan yang sentiasa mengharap rahmat-Mu
dan wajah yang malu memandang-Mu.

Meskipun rayuan setinggi gunung, namun...
kesangsian datang di celah harapan.
Apakah air mata yang mengalir
seikhlas air mata penyesalan Nabi Adam selamai 200 tahun
hingga bumi terbelah menjadi sungai ?

Apakah sujudku ini sehebat Uwais Al Qarni
yang merintih hingga dinihari ?

Apakah tanganku ini menadah serta bermohon tangan Siti Mariam
yang merayu ke hadirat Illahi ?

Apakah wajahku yang
mengadap-Mu ini seperti Rabiatul Adawiyah
yang mengadap-Mu dengan rasa kehinaan ?
Semua kesangsian ini Ya Allah
mendatangkan kegentaran di dada untuk mengadap-Mu...
Tetapi.....
Hanya ini yang ada padaku.
»Baca Selengkapnya...
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Surat Untukmu Wahai Engkau Yang Mampu Melumpuhkan Hatiku

Assalamu’alaikum wahai engkau yang melumpuhkan hatiku…

Tak terasa waktu terus berjalan seraya aku memendam rasa itu, rasa yang ingin segera kuselesaikan tanpa harus mengorbankan perasaan aku atau dirimu. Seperti yang engkau tahu, aku selalu berusaha menjauh darimu, aku selalu berusaha tidak acuh padamu. Saat di depanmu, aku ingin tetap berlaku dengan normal walau perlu usaha untuk mencapainya. tahukah engkau wahai yang mampu melumpuhkan hatiku? Entah mengapa aku dengan mudah berkata “cinta” kepada mereka yang tak kucintai namun kepadamu, lisan ini seolah terkunci. Dan aku merasa beruntung untuk tidak pernah berkata bahwa aku mencintaimu, walau aku teramat sakit saat mengetahui bahwa aku bukanlah mereka yang engkau cintai walaupun itu hanya sebagian dari prasangkaku.

Jika boleh aku beralasan, mungkin aku cuma takut engkau akan menjadi “illah” bagiku, karena itu aku mencoba untuk mengurung rasa itu jauh ke dalam, mendorong lagi, dan lagi hingga yang terjadi adalah tolakan-tolakan dan lonjakan yang membuatku semakin tidak mengerti. Sakit hatiku memang saat prasangkaku berbicara bahwa engkau mencintai dia dan tak ada aku dalam kamus cintamu, sakit memang, sakit terasa dan begitu amat perih. namun 1000 kali rasa itu lebih baik saat aku mengerti bahwa senyummu adalah sesuatu yang berarti bagiku. Ketentramanmu adalah buah cinta yang amat teramat mendekap hatiku, dan aku mengerti bahwa aku harus mengalah.

Wahai engkau yang melumpuhkan hatiku, andai aku boleh berdoa kepada tuhan, mungkin aku ingin meminta agar dia membalikkan sang waktu agar aku mampu mengedit saat-saat pertemuan itu hingga tak ada tatapan pertama itu yang membuat hati ini terus mengingatmu. Jarang aku memandang wanita, namun satu pandangan saja mampu meluluhkan bahkan melumpuhkan hati ini. Andai aku buta, tentu itu lebih baik daripada harus kembali lumpuh seperti ini. Banyak lembaran buku yang telah kutelusuri, banyak teman yang telah kumintai pendapat, sebagian mendorongku untuk mengakhiri segala prasangku tentangmu tentang dia karena sebagian prasangka adalah suatu kesalahan, mereka memintaku untuk membuka tabir lisan ini juga untuk menutup semua rasa prasangkamu terhadapku. Namun di titik yang lain ada dorongan yang begitu kuat untuk tetap menahan rasa yang terlalu awal yang telah tertancap dihati ini dan membukanya saat waktu yang indah yang telah ditentukan itu (andai itu bukan suatu mimpi).

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin aku bukanlah lelaki pemberani yang siap untuk segera menikah denganmu. Masih banyak sisi lain hidup ini yang harus ku kelola dan kutata kembali. Juga kamu wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kamu yang dengan halus menolak diriku menurut prasangkaku dengan alasan belum saatnya memikirkan itu, sungguh aku tidak ingin menanggung beban ini yang akan berujung ke sebuah kefatalan kelak jika hati ini tak mampu kutata, juga aku tidak ingin berpacaran denganmu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin saat ini hatiku milikmu, namun tak akan kuberikan setitik pun saat-saat ini karena aku telah bertekad dalam diriku bahwa saat-saat indahku hanya akan kuberikan kepada bidadari-ku nanti.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tolong bantu aku untuk meraih bidadari-ku bila dia bukanlah dirimu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tahukah kamu betapa saat-saat inilah yang paling kutakutkan dalam diriku, jika saja dia tidak menganugerahi aku dengan setitik rasa malu, tentu aku telah meminangmu bukan sebagai istriku namun sebagai kekasihku. Andai rasa malu itu tidak pernah ada, tentu aku tidak berusaha menjauhimu. Kadang aku bingung, apakah penjauhan ini merupakan jalan yang terbaik yang berarti harus mengorbankan ukhuwah diantara kita atau harus mengorbankan iman dan maluku hanya demi hal yang tampak sepele yang demikian itu. Aku yang tidak mengerti diriku, ingin ku meminta kepadamu, sudikah engkau menungguku hingga aku siap dengan tegak meminangmu dan kau pun siap dengan pinanganku?!

Namun wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kadang aku berpikir semua pasti berlalu dan aku merasa saat-saat ini pun akan segera berlalu, tetapi ada ketakutan dalam diriku bila aku melupakanmu. Aku takut tak akan pernah lagi menemukan dirimu dalam diri mereka-mereka yang lain.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, ijinkan aku menutup surat ini dan biarkan waktu berbicara tentang takdir antara kita. mungkin nanti saat dimana mungkin kau telah menimang cucu-mu dan aku juga demikian, mungkin kita akan saling tersenyum bersama mengingat kisah kita yang tragis ini. Atau mungkin saat kita ditakdirkan untuk merajut jalan menuju keindahan sebahagian dari iman, kita akan tersenyum bersama betapa akhirnya kita berbuka setelah menahan perih rindu yang begitu mengguncang.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mintalah kepada tuhan-mu, tuhan-ku, dan tuhan semua manusia akhir yang terbaik terhadap kisah kita. memintalah kepada-nya agar iman yang tipis ini mampu bertahan, memintalah kepada-nya agar tetap menetapkan malu ini pada tempatnya.

Wahai engkau yang sekarang kucintai, semoga hal yang terjadi ini bukanlah sebuah dosa.

Wassalam

Nb: Sebenarnya surat ini ingin kukirimkan kepadamu wahai engkau yang mampu melumpuhkan hatiku. Surat ini ingin kuselipkan dalam satu kehidupanmu, namun aku hanya lelaki yang tak memiliki keberanian dalam mengungkapkan semua percikan-percikan rasa yang terjadi dalam hatiku.
»Baca Selengkapnya...
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Nasehat Ali Bin Abi Thalib

  • Kalau rezeki dari Allah terlambat, maka beristigfarlah kepada Allah dan mohonlah semoga Allah melapangkan rezekiNya bagi kita. Sebab, kunci surga adalah sabar, kunci kemuliaan adalah rendah
    hati, dan kunci kebaikan (kehormatan) adalah taqwa. 

  • Jika memerlukan nikmat dunia, cukuplah islam sebagai nikmatmu. Jika memerlukan keasyikan, cukuplah taat pada Allah sebagai keasyikanmu. Dan jika memerlukan pengajaran, cukuplah maut itu sebagai pengajaran bagimu.
 
  • Allah telah memberikan petunjuk kepadaku, sehingga aku bisa mengenali diriku sendiri dengan segala
    kelemahan dan kehinaanku.
 
  • Kalau engkau ingin menjadi raja, pakailah sifat qanaah. Kalau engkau ingin mendapat surga dunia sebelum surga akhirat, pakailah budi pekerti yang baik. Kedua sifat ini ialah kawan bahagia. 
 
  • Wahai Saudagar! Ambillah yang benar, niscaya kamu selamat. Janganlah kamu menolak keuntungan
    yang sedikit, karena kamu tidak memperoleh keuntungan banyak.
     
 
  • Bahagialah orang yang dapat menjadi tuan untuk dirinya, menjadi kusir untuk nafsunya, dan menjadi kapten untuk bahtera hidupnya. 
»Baca Selengkapnya...
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Tentang Lelaki



Ustadz Felix Siauw:
01. mari bahas tentang lelaki | ada yang baik hati | namun ada yang tak tahu diri

02. lelaki sejati itu mapan karena masa depan jadi tujuan | tiada habiskan waktu untuk perkara kesia-siaan

03. dia persiapkan diri lalu datangi wali | bukan berkoar kesana kemari merayu putri

04. lelaki tahu diri menjaga hati dengan menjaga lisan | tak suka tebar janji dan berlaku berlebihan

05. lelaki sejati datang dengan amunisi meyakinkan calon mertua | bukan datang dengan tangan kosong dan omong kosong belaka

06. lelaki serius pahami ciri dewasa adalah bisa meyakinkan wali | bila dia belum mampu maka dia mundur dan kembali dewasakan diri

07. lelaki sejati takkan umbar janji, tak buat janji yang sulit ditepati | karena bakal bekaskan sakit hati, yang pasti sulit diobati

08. dia siapkan diri baru datangi wali | bukan melamar baru bersiap diri

09. lelaki terencana tahu persis calon istri yang dia perlukan | karenanya tak perlu pacaran dengan alasan perkenalan

10. lelaki yang benar-benar lelaki akan merasa sangat malu | bila ia inginkan wanita namun belum lagi cukup ilmu

11. lelaki disiplin melatih diri di Masjid | menguatkan diri dengan sujud | dan cita-citanya syahid

12. lelaki yang setia jaga pandangan sebelum menikah | setelah menikah ia juga jaga pandangan karena Allah

13. lelaki sejati besar perhatiannya pasti pada Al-Qur'an | dia tahu Al-Qur'an itu petunjuk mengemudi bahtera kehidupan

14. lelaki baik pekerti tidak kasar lisan | karena lisan Rasulullah dia jadikan teladan

15. lelaki tinggi akhlak lembut pada istrinya | keras tekadnya tegas dalam prinsip agamanya

16. lelaki calon suami santun perkataannya | karena dia pendidik bagi anak-anaknya

17. lelaki peduli akan perhatian pada ummat dengan dakwah | bila dengan ummat dia peduli tentu juga dengan keluarga

18. lelaki baik pahami bila sebelum menikah dia bermaksiat | setelah menikah ada alasan yang lebih banyak untuk khianat

19. ucapannya jadi pegangan perbuatannya jadi tuntunan | semuanya disesuaikan dengan Nabi dan Al-Qur'an

20. lelaki yang sejati itu pasti bernyali | bila siap nikahi bila tidak ya sudahi
»Baca Selengkapnya...
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Info Recruitment Admin Junior

Pencarian admin junior..andakah orangnya..

Kami membuka kesempatan untuk sahabat fillah, Ikhwan or Akhwat yg ingin berdakwah lewat tulisan dan desain grafis utk bergabung menjadi bagian dari tim admin page ini. Bayangkan, karyamu akan dilihat dan dirasakan manfaat kebaikannya oleh puluhan ribu orang, insya Allah panen pahala..

Caranya gampang,
A. Untuk yg menulis dgn syarat:
  1.  Produktif menulis.
  2. Semangat dalam dakwah, tau syari'at.
  3. Status single / sudah menikah (yg berpacaran kami tolak).
  4. Yg terpenting adalah penyampaian dakwahnya yg benar & ahsan, isinya menarik sehingga dapat memotivasi orang lain utk berubah menjadi lebih baik, & pesan dakwahnya sampai & melekat dihati pembaca.

 B. Untuk yg desain grafis (artwork, kartun, komik, video, dll) dgn syarat:
  1.  Produktif berkarya dan punya skill di bidang desain grafis. ->> 2,3,4 sama dgn poin A.


Ingat kata Rasulullah:

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.” (HR. Bukhari)

“Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil.“ (HR. Ahmad).

Oke..syaratnya sgt mudah bukan? bagi sahabat fillah yg berminat atau punya pertanyaan silahkan kirim inbox / pesan langsung ke >> page <<

Yuk gabung bersama kita. ^^

"Jika ingin menjadi pengikut Rasulullah yg sejati, jadikanlah dakwah sebagai misi hidupmu."
Salam santun silaturrahim dan rajut ukhuwah ^_^

by: Tim admin kcm

Nb: Info ini BUKAN LowKer (lowongan kerja), tp semata-mata hanyalah utk berAmar ma'ruf nahi munkar, fastabiqul khoirat.
»Baca Selengkapnya...
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Ukhti, Wanita Yang Kucintai

Ukhti, cintaku bukan diatas lisan, maka maaf tak kuucapkan...

Ukhti, cintaku bukan pula dimataku, maka maaf jika aku tak menatapmu... :')

Ukhti, cintaku juga bukan pada jari jemariku, jadi maaf aku tak akan menyentuhmu...

Duhai Ukhti, ku dengar gemercik hatimu berkata "lalu dgn apa kau mencintaiku?
Subhanallah... Aku mencintaimu dengan kebenaran, dengan memuliakanmu, dgn menghormatimu...

Ukhti, mau kah mengukir kisah dengan ku. bermadu kasih dibawah janji suci yang diridhai Allah?

Ukhti, maukah kau mengukir kisah manis saat ini. guna kelak menjadi dongeng sebelum tidur anak kita?

Ukhti, bisuku dalam cintaku, tunduknya pandangan mataku, acuhnya tindak tandukku adalah bukti perhatian, penjagaan sekaligus cintaku padamu..

dan kuyakin itu benar. InsyaAllah, andai dunia tak mempertemukan kita dipersimpangan batas waktu, maka semoga kau menunggu di Syurga-Nya..

Aku tak ingin ikuti nafsu. karena itu akan membuatku lesu...

Aku hanya ingin ikuti iman, karena kuyakin itu akan aman :') Aamiin. insya Allah..
»Baca Selengkapnya...
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

4 Bulan Tiada Postingan

Afwan buat semuanya, karena kesibukan, blog ini sedikit 'terlantarkan'. Insya Allah dalam waktu dekat ini saya akan memulai lagi untuk menulis postingan.
Salam Ukhuwah Fillah buat semuanya.. ^^
»Baca Selengkapnya...
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Rasulullah, Rinduku



Ya Rasulullah...

Cintaku tak berujung padamu

Rinduku tak bertepi untukmu



Ya Rasulullah...

Engkau cahaya diatas cahaya

Penerang kegelapan gulita tak beradab



Ya Rasulullah...

Kususuri sirahmu... jejak demi jejak lelahmu

Siang demi siang... kesana kemari, berbisik berseru

Untuk sampaikan risalah nan sungguh agung
»Baca Selengkapnya...
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS