Gerangan, apakah kau pikir aku buta? Aku yang setiap hari melihat update statusmu berisi obrolanmu bersama teman-temanmu. Kau hanya bersenang-senang di dunia maya tanpa mempedulikanku lagi yang justru aku adalah temanmu di dunia yang lebih nyata dari pada facebook. Kenapa kau lebih memilih kemayaan daripada kenyataan?
Haruskah aku juga tenggelam dalam fb untuk hanya sekedar menjadikan statusku sebagai temanmu? Haruskah aku menekan ‘like’ pada setiap statusmu tuk mengungkapkan perhatianku padamu? Lebih indahkah dunia yang dapat kau sentuh dengan jari-jemarimu daripada dunia yang dapat kau rasakan dengan inderamu?

















